Resensi Buku Psikolinguistik Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia.

Judul Buku : Psikolinguistik : Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia.
Pengarang : Soenjono Dardjowidjojo
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
Tahun Terbit : Edisi Pertama April 2003
Edisi kedua Agustus 2005
Edisi ketiga Mei 2008
Tebal : 339. Halaman

MANUSIA MAKHLUK YANG BERFIKIR DAN BERBAHASA
Oleh: Rizka Anis Mubdiurrahmah

Bahasa merupakan salah satu hal yang unik dari kehidupan manusia. Beragam variannya bermunculan di seantero jagat raya ini. Masing-masing varian mempunyai keunikan sendiri-sendiri. Memahami bagaimana keunikan tersebut tercipta menjadi suatu hal yang sangat menarik untuk ditelusuri secara lebih dalam. Terdapat sejumlah hal yang mungkin berkaitan dengan keunikan pada varian tersebut. Salah satu faktor pnyebab keunikan tersebut mungkin bermula dari konstruk geografis yang juga cukup beragam antar daerah yang satu dengan daerah yang lainnya, sehingga juga bermunculan varian bahasa yang diujarkan oleh manusia. Sebagai contoh, bahasa Madura yang digunakan oleh penduduk di pulau Madura ternyata mempunyai varian yang bermacam-macam dari daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Bahasa Madura di daerah Bangkalan mempunyai perbedaan dengan bahasa Madura yang digunakan oleh orang Sumenep. Perbedaan tersebut terdapat pada sejumlah kosa kata benda, kata kerja dan intonasi pengucapannya. Orang Sumenep terkesan lebih halus dalam penuturan, sementara oang Bangkalan lebih keras dalam penuturan. Perbedaan tersebut ternyata berkaitan dengan letak sosio-geografis dari dua daerah tersebut. Orang Sumenep bisa lebih halus karena memang berdekatan dengan kehidupan kraton dan dataran geogafis yang datar, sementara orang Bangkalan lebih kasar karena memang selalu bersinggungan dengan keihidupan pesisir dengan kondisi sosio-geografisnya yang meminta untuk bertutur keras.
Keunikan bahasa dan variannya serta contoh di atas merupakan salah satu sisi saja dari sekian banyak keunikan yang ada dalam Bahasa itu sendiri. Banyaknya keunikan dalam bahasa itu sendiri yang kemudian menjadikan para sarjana dan lingkungan akademisi tertarik untuk mengkajinya. Sebagai bentuk riil dari ketertarikan para akademisi tersebut terlihat cukup jelas dengan merebahnya sejumlah jurusan bahasa di sejumlah universitas. Keberadaan kajian bahasa di sejumlah universitas sudah bergulir ribuan tahun yang silam, dari zaman kalsik hingga kini kajian mengenai bahasa tetap semarak serta tidak pernah sepi dari peminatnya.
Kajian bahasa yang terus bergulir serta peminat pengkajinya yang datang secara massif menjadikan pengajar bahasa mulai harus memikirkan strategi pembelajarannya. Hal itu menjadi perlu, agar kemudian pembelajaran yang berlangsung mengenai kajian bahasa bisa berlangsung efektif dan efisien. Salah satu ranting dari ilmu kebahasaan yang menjadi salah satu materi di fakultas bahasa adalah materi Psiko Linguistik. Materi ini juga menjadi salah satu bagian yang diajarkan, tetapi sumber-sumbernya masih tergolong langka. Untuk itulah, materi ini menjadi salah satu materi yan terus mendapatkan perhatian dari sejumlah ahli untuk terus dikembangkan, agar kemudian pembelajarannya bisa berjalan lebih baik lagi dan tepat sasaran.
Psikolinguistik dengan rujukan yang tergolong langka memag cukup beralasan, dari sisi isi misalnya, materi ini tergolong cukup sulit. Kajian yang ada di dalamnya adalah bahasan yang berkaitan dengan akar kemunculan bahasa itu sendiri. Bagaimana suatu ujaran muncul menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kajian yang ada dalam ranah psikolinguistik. Sacara natural manusia bisa saja berfikir dengan bebas dan dinamis, namun kedinamisan tersebut selalu dibantu dengan bahasa sebagai bentuk abstrak dari buah berfikirnya. Dari sini bisa dipahami bahwa psikolinguistik itu sendiri merupakan sebuah ilmu yang sengaja dirancang untuk memahami proses berfikir dari seorang diri manusia yang kemudian membentuk suatu simbol-simbol sebagai bentuk abstrak dari hasil berfikirnya. Simbol-simbol itulah yang kemudian secara implisit menjadi media yang bisa dipahami oleh manusia lainnya. Sejatinya simbol-simbo itulah bahasa itu sendiri sebagai media komonikasi dua arah antar individu yang satu dengan individu yang lain.
Berfikir dan ujaran memang menjadi tema sentral dalam kajian Psikolinguistik, hal itu tentu sesuai dengan makna literal yang dikandung dalam istilah Psikolinguistik itu sendiri. Secara bahasa, psiko itu artinya ruh atau jiwa serta hal-hal yang berkaitan dengan tingkah laku, sementara linguistik mempunyai arti sebagai bidang ilmu bahasa serta karakteristik yang ada dalam bahasa. Dengan demikian bisa dipahami, bahwa psikolinguistik merupakan ilmu yang sengaja diajarkan untuk mengurai prilaku kejiwaan hingga pada pengungkapan prilaku tersebut dalam bentuk bahasa.
Bila merujuk pada sisi historis kemunculan psikolinguistik sebagai sebuah kajian keilmuan, keberadaanya sudah bergulir sejak awal abad ke-20 yang diprakasai oleh seorang tokoh bernama Wilhem Wund berkebangsaan Jerman. Wilhem Wund seorang psikolog yang berkesimpulan bahwa prilaku jiwa manusia mempunyai kaitan erat dengan ujaran yang tercipta dari manusia itu sendiri. Mulai saat itulah, bahasa dan keberadaan jiwa manusia menjadi suatu kajian unik yang masuk dalam kajian ilmu kebahasaan.
Bermula dari kesimpulan Wilhem Wund inilah kemudian bermunculan sejumlah penelitian sebagai bentuk respon sekaligus verivikasi terhadap kesimpulan tersebut. Sejumlah penelitian tersebut kemudian menempatkan manusia sebagai primata sempurna yang berebeda dengan primata lainnya. Kemampuan manusia berbahasa juga menempatkan bahwa manusia mempunyai struktur otak yang berbeda dengan makhluk lainnya. Fakta ini secara tidak langsung semakin memantapkan bahwa manusia memang makhluk yang berbahasa serta berfikir (al-insanu hayawanun nathiq).
Al-insanu Hayawanun Nathiq (manusia sebagai hewan yang berfikir atau berbahasa) adalah fakta yang tidak bisa dielakkan lagi. Selain dari konstruk intern manusia yang khas, berupa otak yang dimiliki manusia juga ada faktor ekstern lainnya yang mendukung manusia menjadi primata berbahasa. Faktor ekstern yang dimaksudkan adalah segala hal yang ada di luar manusia, seperti adanya jagat raya terhampar luas ini. Disitulah kemudian manusia dipaksa untuk menilai, ada kecantikan, keindahan serta sejumlah ujaran yang notabenenya merupakan hasil olah jiwa manusia setelah bersinggungan dengan sisi ekstern atau alam raya ini. Sebagai puncaknya, muncullah kemudian simbol-simbol abstrak dari hal-hal yang konkret, termasuk mungkin adanya pengakuan yang tulus dari dalam diri manusia adanya Tuhan sebagai sang pencipta.
Bila boleh berkesimpulan, bahwa kondisi kepribadian seorang individu bisa dilihat dari ujaran yang keluar dari lisannya. Walau kesimpulan ini masih tergolong premature, tetapi cukup mempunyai alasan yang mumpuni jika dinisbatkan dengan sejumlah hasil analisis dari sisi keilmuan psikolingusitik yang menyatkan bahwa prilaku jiwa selalu berbanding lurus dengan ujaran yang keluar sebagai simbol dari prilaku jiwanya. Adanya keterkaitan yang erat antara jiwa dan ujaran dalam ranah psikolinguistik semakin menunjukkan adanya keunikan yang betul-betul menggugah setiap pengkaji bahasa untuk membedahnya lebih dalam.
Uraian singkat sebelumnya mengenai psikolinguistik dari sisi urgensi, makna serta kegalauan dari minimnya rujukan merupakan cuplikan singkat apa yang diutarakan oleh Soenjono Dardjowidjojo dalam bukunya yang berjudul Psikolinguistik : Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia
Buku tersebut cukup mumpuni untuk membedah psikolinguistik secara lebih mendalam. Pembahsannya yang runtut, serta pola bahasa yang digunakan cukup lugas, sehingga mengajak pembacanya lebih santai dalam memahaminya. Pembahasannya tidak hanya runtut, tetapi ada kedalaman pembahasan dalam setiap segmen yang disajikan oleh penulis. Penulis selalu memulai dari hal yang sangat sederhana dan filosofis, misalnya saja ketika ingin menyatkan manusia sebagai mahkluk yan berbahasa, penulis memulainya dengan pertanyaan filosofis yaitu dengan kata “kenapa manusia berbahasa”?. Bentuk permulaan seperti ini tentu suatu permulaan pembahasan yang tidak hanya runtut tapi juga berarti dalam, sehingga pembacanya tidak hanya tahu secara normative tetapi juga mempunyai landasan filosofis-logisnya.
Lebih dari hal di atas, sejumlah contoh-contoh yang disuguhkan cukup relefan dan kontekstual dengan kekinian. Pengkajinya bisa merasakan berada di tengah-tengah perkuliahan yang sesungguhnya, sehingga memungkinkan adanya akselerasi pemahaman yang bisa ditangkap oleh setiap orang yang membacanya.
Kedalaman bahasan serta penyajian contoh-cotoh yang aktual menjadikan buku ini cukup akurat untuk dibaca oleh siapa saja. Walau demikian buku ini juga tidak lepas dari sisi kekurangan yang ada di dalamnya, salah satunya adalah sebagian dari istilah-istilah dalam linguistik masih dibahasakan dalam bentuk asing sehingga memungkinkan adanya multitafsir dari pembacanya. Hal itu mungkin memang keterbatasan pembendaharaan kosa kata bahasa Indonesia yang miskin, tetapi secara umum buku ini masih sangat layak untuk para akademisi yang mempunyai minat dalam mengkaji ilmu-ilmu bahasa, sekaligus sebagai jawaban dari minimnya referensi psikolingusitik di lngkungan akademisi Indonesia. Selamat membaca…

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • it’z me

  • Arsip

  • Singgah juga ya ^^

  • kaka_jogja ^^

  • Meta

  • kalender

    Mei 2012
    S S R K J S M
         
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • twiter

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • life traffic feed

  • Flag Counter

    free counters
  • facebookQ

  • Qm peNgunjuNg ke

  • translate

    English French German Spain Italian Dutch

    Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
    Translate Widget by Google
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya

  • website’z friends

  • kaka’z musZik

  • yuk like_ n follow

  • Flag Map Visitor

    free counters
  • polling

  • penembushayalan.wordpress.com

  • Dynamic Glitter Text Generator at penembushayalan.wordpress.com
  • %d blogger menyukai ini: