TEORI BELAJAR Adward Lee Thorndike

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandang psikologi belajar tertentu. Dengan perkembangannya psikologi dalam pendidikan, maka dengan itu bermunculan berbagai teori tentang belajar, justeru dapat dikatakan bahwa dengan tumbuhnya pengetahuan tentang belajar. Maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang sangat pesat. Didalam masa perkembangan psikologi pendidikan dijaman mutakkhir ini muncullah secara beruntun beberapa aliran psikologi pendidikan,
B. Rumusan masalah
Dari beberapa aliran psikologi, behavioristik adalah merupakan salah satu aliran yang dimiliki oleh Edward Lee Thorndike sehingga dalam makalah ini akan mengangkat tentang :
1. Biografi Edward Lee Thorndike
2. Bagaimana teori-teori Edward L.T. ?
3. Apa saja hukum-hukum yang digunakan Edward L.T. ?
D. Tujuan
Adapun tujuannya yaitu untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiswa/mahasiswi terhadap psikologi pendidikan terutama tentang pemikiran dan teori-teori Edward Lee Thorndike sesuai dengan makalah yang tersusun ini.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Biografi singkat Adward Lee Thorndike (1874-1949)
Adward lee thorndike lahir tnggal 31 Agustus 1874 di Williamsburg, dan Meninggal tanggal 10 Agustus 1949 di Montrose, New York.
Ia adalah seorang psikolog Amerika yang menghabiskan hampir seluruh karirnya di Teachers College, Columbia University. Masa kanak-kanak dan Pendidikannya adalah sebagai anak seorang pendeta Metodis di Lowell, Massachusetts. Thorndike lulus dari The Roxbury Sekolah Latin (1891), di West Roxbury, Massachusetts, Wesleyan University (BS 1895), Harvard University (MA 1897), dan Columbia University (PhD. 1898).
Beberapa buku yang pernah ditulis, antara lain :
• Animal Intelligence : An Experimental Study of Asociation Process in Animal – 1898 (saat Thorndike berusia 24 tahun)
Buku ini berisi penelitian Thorndike terhadap tingkah laku beberapa jenis hewan, yang mencerminkan prinsip dasar dari proses belajar yang ia anut yaitu asosiasi
• Educational Psychology (1903)
Buku ini merupakan penerapan prinsip transfer of training di bidang pendidikan. Berkat buku ini dan prestasinya yang lain, Thorndike diangkat menjadi guru besar di “Teacher’s College of Columbia”.
• Animal Intelligence – 1911
Sebenarnya buku ini merupakan disertasi doktornya (1898) yang dikembangkan bersama dengan penelitian-penelitiannya yang lain.
Thorndike dianggap sebagai pelopor di beberapa bidang, antara lain:
• learning theory
• educational practice
• verbal behavior
• comparative psychology
• intelligence testing
• nature-nurture problem
• transfer of learning
• application of quantitatives measures to sociopsychological problems

1. Pandangan Adward lee thorndike terhadap teori belajar.
Menurut Thorndike, belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Eksperimen thorndike ini menggunakan hewan-hewan terutama kucing untuk mengetahui fenomena belajar. Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons, perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. Adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberi sumbangan yang cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan.
Percobaan Thorndike yang terkenal dengan binatang coba kucing yang telah dilaparkan dan diletakkan di dalam sangkar yang tertutup dan pintunya dapat dibuka secara otomatis apabila kenop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”, yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. Dalam melaksanakan coba-coba ini, kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Setiap respons menimbulkan stimulus yang baru, selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan respons lagi, demikian selanjutnya, sehingga dapat digambarkan sebagai berikut:
S R S1 R1 dst
Dalam percobaan tersebut apabila di luar sangkar diletakkan makanan, maka kucing berusaha untuk mencapainya dengan cara meloncat-loncat kian kemari. Dengan tidak tersengaja kucing telah menyentuh kenop, maka terbukalah pintu sangkar tersebut, dan kucing segera lari ke tempat makan. Percobaan ini diulangi untuk beberapa kali, dan setelah kurang lebih 10 sampai dengan 12 kali, kucing baru dapat dengan sengaja menyentuh kenop tersebut apabila di luar diletakkan makanan.
2. Teori belajar Edward lee Thordhike.
Psikologi aliran behaviristik mulai mengalami perkembangan dengan lahirnya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Edward lee thorndike dll. Mereka masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan yang berharga mengenai hal belajar.
Pada mulanya, pendidikan dan pengajaran di amerika serikat di dominasi oleh pengaruh dari Thorndike (1874-1949), ia mengemukakan teorinya yang disebut sebagai teori belajar “ Connectionism” karena belajar merupakan proses pembentukan koneksi-koneksi antara stimulus dan respon. Teori ini sering juga disebut “Trial and error” dlam rangkan menilai respon yang terdapat bagi stimulus tertentu. Thorndike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku beberapa binatang antara lain kucing, dan tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. Ia mengatakan, bahwa belajar dengan “Trial and error” itu dmulai dengan adanya beberapa motif yang mendorong keaktivan. Dengan demikian, untuk mengaktifkan anak dalam belajar dibutuhkan motivasi.
Objek penelitian di hadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu, dalam hal ini objek mencoba berbagai cara bereaksi sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi sesuatu reaksi dengan stimulasinya.
Ciri-ciri belajar dengan trial and error :
1. Ada motif pendorong aktivitas
2. ada berbagai respon terhadap situasi
3. ada aliminasi respon-respon yang gagal atau salah
4. ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan dari penelitiannya itu.
Teori belajar koneksionisme ini ada juga keberatan-keberatannya antara lain:
a. belajar menurut teori ini bersifat mekanistis. Bila diberikan S dengan sendirinya atau secara mekanis/otomatis timbul R. latihan-latihan ujian banyak berdasarkan pendirian ini.
b. Pelajaran bersifat teacher-centered. Yang terutama aktif adalah guru. Dialah yang melatih anak-anak dan yang menentukan apa yang harus diketahui oleh anak-anak.
c. Anak-anak pasif artinya kurang didorong untuk aktif berfikir, tak turut menentukan bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya.
d. Teori ini membutuhkan pembentukan meteriil, yaknimenumpuk pengetahuan, dank arena itu sering menjadi intelektualis. Knowledge is power. Pengetahuan dianggap berkuasa.

3. Hokum-hukum belajar Adward lee thorndike
Adward lee thorndike dengan = S-R. bond theory = tersebeut menyusun hukum-hukum belajar sebagai berikut:
1. Hukum – hukum primair, ditemukan sekitar tahun 1930-an yang terdiri dari:
a. “law of readiness:, artinya bahwa kesiapan untuk bertindak itu timbul, karena penyesuaian diri dengan alam sekitarnya, yang akan member kepuasan. Apabila tidak memenuhi kesiapan bertindak, maka tidak akan member kepuasan.
b. “law of exercise”, artinya pengaruh-pengaruh dari latihan. Maksudx, bahwa suatu hubungan menjadi kuat apabila sering berlatih dan hubungan menjadi lemah atau hilang, apabila kurang atau tidak ada latihan.
c. ‘law of effect” artinya: bahwa kelakuhan yang dilakukan dengan pengalaman yang memuaskan, cenderung ingin diulangi lagi, sedangkan yang tidak mendatangkan kepuasan cenderung dilupakan.
2. Hukum-hukum secundair, terdiri dari:
a. “law of multiple response”, artinya: bermacam-macam usaha coba-coba dalam menghadapi situasi yang kompleks (problematis), maka salah satu dari percobaan itu akan berhasil juga. Maka, hukum ini disebut pula “trial and error”.
b. “law of assimilation”, artinya orang dapat menyesuaikan diri pada situasi baru, asal situasi tersebut ada unsure-unsur yang bersamaan.
c. “law of partial activity”, artinya seorang dapat bereaksi secara selektif terhadap kemungkinan yang ada dalam situasi tertentu.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :
Dari uraian d iatas maka dapat diambil beberapa kesimpulan :
1. Teori belajar yang dikemukakan Edward Lee Thorndike disebut dengan Teori Connectionism atau dapat juga di sebut Trial and Error Learning.
2. Ciri-ciri Belajar dengan Trial and Error adalah :
a. Ada motif pendorong aktivitas
b. Ada berbagai respon terhadap situasi
c. Ada eliminasi respon-respon yang gagal atau salah
d. Ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan
3. Hukum-hukum yang digunakan Edward Lee Thorndike adalah hukum primeir dan hukum skunder.
Menurut teori ini belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Jadi teori ini mengajarkan supaya bersikap aktif.

DAFTAR PUSTAKA

http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2010/03/tokoh-psikologi-edward-lee-thorndike.html

Tokoh Psikologi Pendidikan Edward Lee Thorndike « a home of knowledge.htm

Mudzakir ahmad dan sutrisno joko, psikologi pendidikan, pustaka setia, Jakarta: 1997.

Tadjab, ilmu jiwa pendidikan, karya abditama. malang: 1992.

Soemanto wasty, psikologi pendidikan, rineka cipta. Jakarta :1998 .
Abror ranchman, psikologi pendidikan, tiara wacana. jogja: 1993.

Uman cholil, ikhtisar psikologi pendidikan, duta arkasa. Surabaya: 1995.

Tinggalkan komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • it’z me

  • Arsip

  • Singgah juga ya ^^

  • kaka_jogja ^^

  • Meta

  • kalender

    Desember 2014
    S S R K J S M
    « Mei    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • twiter

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • life traffic feed

  • Flag Counter

    free counters
  • facebookQ

  • Qm peNgunjuNg ke

  • translate

    English French German Spain Italian Dutch

    Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
    Translate Widget by Google
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 9 pengikut lainnya.

  • website’z friends

  • kaka’z musZik

  • yuk like_ n follow

  • Flag Map Visitor

    free counters
  • polling

  • penembushayalan.wordpress.com

  • Dynamic Glitter Text Generator at penembushayalan.wordpress.com
  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d blogger menyukai ini: